I. PENDAHULUAN Pada umumnya rasa sakit atau nyeri timbul sebagai reaksi dari mekanisme protektif, tetapi sering kali muncul tanpa tujuan yang berguna dan dapat mengganggu kemampuan kerja, tidur, makan dan dalam bentuk ekstrim malah mempengaruhi keinginan hidup seseorang. Sebagai suatu gejala, rasa nyeri menuntut pertolongan segera dan biasanya membawa banyak penderita pergi kedokter daripada penyebab yang lainnya. Rasa nyeri ini bukan hanya pengalaman yang menyengsarakan tetapi apabila berlangsung terus menerus juga dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan pada organ-organ vital yang mengakibatan gangguan atau kerusakan jaringan. Macam-macam cara dipakai untuk memerangi rasa nyeri tersebut. Obat untuk menghilangkan nyeri terbagi ke dalam 2 kelompok, yaitu analgetik dan anestesi. Analgetik adalah obat pereda nyeri tanpa disertai hilangnya perasaan secara total. seseorang yang mengkonsumsi analgetik tetap berada dalam keadaan sadar. Analgetik tidak selalu menghilangkan seluruh rasa nyeri, tetapi selalu meringankan rasa nyeri. Beberapa jenis anestesi menyebabkan hilangnya kesadaran, sedangkan jenis yang lainnya hanya menghilangkan nyeri dari bagian tubuh tertentu dan pemakainya tetap sadar. Anestesi antara lain adalah blok syaraf atau blok analgesic melalui penyuntikan anestesi lokal atau bahan-bahan neurolitik ke dekat atau ke dalam syaraf/syaraf-syaraf atau ke dalamstruktur yang peka akan rasa nyeri. Cara ini relatif sederhana tidak memerlukan peralatan macam-macam, ruang dan tenaga yang banyak, dan masa perawatan singkat. Untuk lebih memahami tentang anestesi, macam-macam anestesi dan mekanisme kerjanya, maka di dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam tentang anestesi tersebut.
II. RUMUSAN MASALAH Dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai anastesi, antara lain: A. Apakah yang dimaksud dengan anestesi? B. Berapa macamkah pembagian anestesi? C. Bagaimana mekanisme kerja anestesi? D. Apakah terdapat kebaikan-kebaikan dan efek samping dari anestesi?
III. PEMBAHASAN A. Pengertian Anestesi Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthētos, "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. Istilah anestesi digunakan pertama kali oleh Oliver Wendel Holmes Sr pada tahun 1846. Anestetika adalah obat-obatan yang dapat menimbulkan anesthesia atau narkosa (bahasa Yunani: an = tanpa, aesthesis = perasaan yakni suatu keadaan depresi umum yang bersifat reversible dari pelbagai pusat-pusat di SSP, dimana seluruh perasaan dan kesadaran ditiadakan, sehingga agak mirip keadaan pingsan. Sedangkan anestesiologi adalah cabang ilmu kedokteran yang mendasari berbagai tindakan yang meliputi pemberian anestesi ataupun anelgesi, pengawasan keselamatan pasien dioperasi atau tindakan lainnya, bantuan hidup (resusitasi), perasaan intensif pasien gawat. Pemberian terapi inhalasi, dan penanggulangan nyeri menahun. B. Pembagian Anestesi Anestesi dibagi menjadi dua kelompok yaitu anestesi umum dan anestesi lokal. Pada anestesi umum hilangnya rasa sakit disertai hilangnya kesadaran, sedangkan pada anestesi lokal hilangnya rasa sakit tanpa disertai hilang kesadaran. 1. Anestesi Umum Anestesi umum adalah tindakan menghilangkan rasa nyeri/sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran dan dapat pulih kembali Komponen trias anestesi ini dapat dicapai dengan menggunakan obat yang berbeda secara terpisah. Teknik ini sesuai untuk pembedahan abdomen yang luas, intraperitonium, toraks, intrakanial, pembedahan yang berlangsung lama dan operasi dengan posisi tertentu yang memerlukan pengendalian pernapasan. Cara pemberian anestesi umum: a) Parenteral (intramuscular/intravena). Digunakan untuk tindakan yang singkat atau induksi anestesi. Umumnya diberikan thiopental, namun pada kasus tertentu dapat digunakan ketamin, diazepam dll. Untuk tindakan yang lama anestesi parenteral dikombinasikan dengan cara lain. b) Perektal. Dapat dipakai pada anak untuk induksi anestesi atau tindaka singkat. c) Anestesi inhalasi yaitu anestesi dengan menggunakan gas atau cairan anestesi yang mudah menguap (volatile agent) sebagai zat anestetik melalui udara pernapasan. Zat anestetik yang digunakan berupa campuran gas (dengan O2) dan konsentrasi zat anestetik tersebut tergantung dari tekanan parsialnya. Tekanan parsial dalam jaringan otak akan menentuka kekuatan daya anestesi. Zat anestetik disebut kuat bila dengan tekanan parsial yang rendah sudah dapat member anestesi yang adekuat.
Guedel (1920) membagi anestesi umum dengan eter kedalam 4 stadium yaitu: a) Stadium I (analgesi) dimuai dari saat pemberian zat anestetik sampai hilangnya kesadaran pada stadium ini pasien masih dapat mengikuti perintah dan terdapat analgesi (hilangnya rasa sakit). Tindakan pembedahan ringan seperti pencabutan gigi dan biopsy kelenjar dapat dilakukan pada stadium ini. b) Stadium II (delirium/eksitasi, hiperrefleksi) dimulai dari hilangnya kesadaran dan refleksi bulu mata sampai pernapasan kembali teratur pada stadium ini terlihat adanya eksitasi dan gerakan yang tidak menurut kehendak, pasien tertawa, berteriak, menangis, pernapasan tidak teratur, kadang-kadang apne dan hiperpnu, tonus otot rangka meningkat, inkontinensiaurin dan alvi dan muntah. Stadium ini harus cepat dilewati karena dapat menyebabkan kematian. c) Stadium III (pembedahan) dimulai dengan teraturnya pernapasan sampai pernapasan spontan hilang. Stadium III dibagi menjadi 4 plana yaitu: Plana I : pernapasan teratur dan spontan, dada dan perut seimbang, terjadi gerakan bola mata yang tidak menurut kehendak, pupil miosis, refleks cahaya ada, lakrimasi meningkat, refleks faring dan muntah tidak ada dan belum tercapai relaksasi otot lurik yang sempurna. Plana 2 : pernapasan teratur dan spontan, perut dan volume dada tidak menurun, frekuensi meningkat, bola mata tidak bergerak terfiksasi ditengah, pupil midriasis, refleks cahaya mulai menurun, relaksasi oto sedang dan refleks laring hilang sehingga dapat dikerjakan intubasi. Plana 3 : pernapasan teratur oleh perut karena otot interkostal mulai paralisis, lakrimasi tidak ada, pupil midriassis dan sentral, refleks laring dan peritoneum tidak ada, relaksaai otot lurik hampir sempurna (tonus otot semakin menurun). Plana 4 : pernapasan tidak teratur oleh perut karena otot interkostal paralisis total, pupil sangat midriasis, refleks cahaya hilang, refleks sfingterani dan kelenjar air mata tidak ada, relaksasi otot lurik sempurna (tonus otot sangat menurun). d) Stadium IV (paralisis medulla oblongata) dimulai dengan melemahnya pernapasan perut dibanding stadium III plana 4. Pada stadium ini tekanan darah tidak dapat diukur, denyut jantung berhenti dan akhirnya terjadi kematian. Kelumpuhan pernapasan pada stadium ini tidak dapat diatasi dengan pernapasan buatan. 2. Anestesi Lokal Anestesi/analgesi lokal adalah tindakan menghilangkan nyeri atau sakit secara lokal tanpa disertai hilangnya kesadaran. Pemberian anestetik lokal dapat dilakukan dengan teknik: a) Anestetik permukaan yaitu pengolesan atau penyemprotan analgetik lokal diatas selaput mukosa seperti mata, hidung, dan faring. b) Anestesi infiltrasi yaitu penyuntikan larutan analgetik lokal langsung diarahkan disekitar tempat lesi, luka atau insisi. Cara infiltrasi yang sering digunakan adalah blokade lingkar dan obat disuntikan intradermal atau subkutan. c) Anestesi blok yaitu penyuntikan analgetik lokal langsung ke syaraf utama atau pleksus syaraf. Hal ini bervariasi dari blokade pada syaraf tunggal misalnya syaraf oksipital dan pleksus brankialis, nestesi lokal, anestesi epidural, dan anestesi kaudal. Pada anestesi spinal, analgetik lokal disuntikkan kedalam ruang subaraknoid diantara konus medularis dan bagian akhir ruang subaraknoid. Anestesi epidural diperoleh dengan menyuntikkan zat anestetik lokal kedalam ruang epidural. Pada anestesi kaudal, zat anelgetik lokal disuntikkan melalui hiatus sakralis. d) Analgesi regional intravena yaitu penyuntikkan larutan analgetik lokal intravena. Ekstremitas dieksanguinasi dan isolasi bagian proksimalnya dari sirkulasi sintemik dengan turniket pneumatik. Untuk suatu obat dapat digunakan sebagai anestetikum lokal yang baik, maka beberapa persyaratan harus dipenuhi, antara lain: a) Tidak merangsang jaringan; b) Tidak mengakibatkan kerusakan permanen terhadap susunan saraf; c) Toksisitas sistemik yang rendah; d) Efektif dengan jalan injeksi atau penggunaan setempat pada selaput lendir; e) Waktu untuk memulai daya kerjanya sesingkat mungkin dan untuk jangka waktu yang cukup lama, dan; f) Dapat larut dalam air serta menghasilkan larutan yang stabil, juga terhadap pemanasan (sterilisasi). C. Mekanisme Kerja Anestesi Mekanisme pencegahan rasa sakit melalui anestesi bertujuan untuk meminimalisasi adanya efek samping yang membahayakan seperti pada penggunaan narkosa. Walaupun demikian, terdapat perbedaan dalam mekanisme kerja anestesi lokal dan anestesi umum yang sangat mencolok, antara lain sebagai berikut: 1) Anestesi Umum Kebanyakan anestesi umum tidak dimetabolisasi oleh tubuh karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faal. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifat-sifat fisiknya. Yang tertua adalah teori lemak dari Meyer-Overton yang membuktikan adanya hubungan erat antara sifat lipofil suatu zat dengan kekuatan anestetiknya. Atas dasar perbandingan daya-larutannya dalam munyak dan dalam air telah dibuat penggolongan dari anestetika. Teori ini ternyata kurang memuaskan dan sebetulnya tidak menjelaskan mekanisme kerjanya obat atas membrane sel atau atas reseptor apapun. Suatu teori baru menyarankan bahwa anestetika umum dapat membentuk hidrat-hidrat dengan air yang stabil di bawah pengaruh protein-protein SSP. Hidrat-hidrat gas SSP ini mungkin dapat merintangi transmisi rangsangan-rangsangan di sinaps-sinaps dan dengan demikian mengakibatkan anesthesia. Mekanisme kerja obat anestesi umum sampai sekarang belum jelas meskipun mekanisme kerja susunan syaraf pusat dan susunan syaraf perifer mengalami banyak kemajuan pesat. Maka timbullah berbagai teori. Beberapa teori yang dikemukakan adalah: a) Teori koloid : zat anestesi akan menggumpalkan sel koloid yang menimbilkan anestesi yang bersifat reversible diikuti dengan proses pemulihan. Christiansen (1965) membuktikan bahwa pemberian eter dan halotan akan menghambat gerakan dan aliran protoplasma dalam amoeba. b) Teori lipid : ada hubungan kelarutan zat anestetik dalam lemak dan timbulnya anestesi. Makin tinggi kelarutan makin kuat sifat anestetinya. c) Teori adsorpsi dan tegangan permukaan : pengumpulan zat anestesi pada permukaan sel menyebabkan proses metabolisme dan transmisi neural terganggu sehingga timbul anestesi. d) Teori biokimia : pemberian zat anestesi akan menurunkan transmisi sinaps di ganglion servikalis superiror dan menghambat formation retikularis asenden untuk mempertahankan kesadaran. e) Teori fisika : zat anestesi dengan air didalam susunan syaraf pusat dapat membentuk mikrokristal sehingga mengganggu fungsi sel otak. 2) Anestesi Lokal Pusat mekanisme kerja anestetika lokal adalah di membran sel. Seperti juga alkohol dan barbital-barbital, maka anestetika local memblokir penerusan impuls dengan jalan mencegah kenaikan permeabelitas membrane sel terhadap ion-ion natrium, yang perlu bagi fungsi saraf yang layak. Pada waktu yang bersamaan ambang kepekaan terhadap rangsangan listrik lambat-laun meningkat yang pada akhirnya memblokir penerusan (konduksi) impuls. Diperkirakan bahwa proses stabilisasi membrane tersebut ion-ion kalsium memegang peranan penting, yakni molekul-molekul lipofil besar dari anestetika local mungkin mendesak sebagian ion-ion kalsium di dalam membrane sel tanpa mengambil alih fungsinya. Dengan demikian membrane sel menjadi lebih padat dan stabil, serta dapat lebih baik melakukan segala sesuatu perubahan dalam permeabelitas. Di samping ini anestetika local menggangu fungsi dari semua organ-organ dalam mana terjadi konduksi/transmisi dari impuls-impuls. Dengan demikian anestetika local mempunyai efek yang penting terhadap SSP, ganglia otonom, cabang-cabang neuromoskular dan semua jaringan otot. Obat anestesi lokal adalah obat yang menghambat hantaran syaraf bila dikenakan secara lokal pada jaringan syaraf dengan kadar cukup. Obat ini bekerja pada setiap bagian syaraf. Pemberian anestetik lokal pada kulit akan menghambat transmisi impuls sensorik. Sebaliknya, pemberian anestesi lokal pada batang syaraf menyebabkan paralisis sensorik dan motorik di daerah yang dipersyarafinya. Mekanisme kerja anestesi lokal adalah mencegah konduksi dan timbulnya impuls syaraf. Tempat kerjanya terutama di membran sel. Obat anestetik lokal dikelompokkan menjadi: a) Kokain b) Anestetik lokal sintetik seperti brokan, lidokain, batetamid, dibukain, mepivakain, tetrakain dsb. D. Efek Samping Anestesi Hampir semua anestetika mengakibatkan sejumlah efek samping, walaupun tetap ada beberapa kebaikan/keuntungannya, misalnya pada: 1. Anestesi Umum Kebaikan-kebaikannya a) Alat-alat dan obat lebih kompleks dibandingkan dengan alat dan obat-obat untuk analgesi regional. b) Fasilitas perawatan pasca bedah dan cara perawatan lebih rumit dibandingkan dengan penderita sadar yang telah mengalami analgesia regional.
Efek sampingnya a) Menekan pernafasan; paling sedikit pada N2O, eter dan trikloretilen. b) Mengurangi kontraksi jantung, terutama halotan dan metoksifluran; paling ringan efek ini pada eter. c) Merusak hati, terutama senyawa-senyawa klor, misalnya kloroform. d) Merusak ginjal, khususnya metoksifluran. 2. Anestesi Lokal Kebaikan-kebaikannya a) Kemungkinan pneumothorax, blockade, n. laryneus recurrent, n. phrenicus, n. vagus, penyuntikan epidural atau subarachnoideal tidak ada sama sekali. b) Kalau perlu dapat dilakukan blockade kiri-kanan tanpa takut gangguan pernafasan Efek samping a) Kadang-kadang penderita dengan kelainan di tangan tidak melakukan abduksi, flexi dan supinasi. b) Volume yang digunakan jauh lebih banyak daripada supraclavicular block. c) Sangat susah dilakukan pada penderita gemuk dimana pulsasi arteri susah diraba. IV. KESIMPULAN 1. Anestesi (pembiusan; berasal dari bahasa Yunani an-"tidak, tanpa" dan aesthētos, "persepsi, kemampuan untuk merasa"), secara umum berarti suatu tindakan menghilangkan rasa sakit ketika melakukan pembedahan dan berbagai prosedur lainnya yang menimbulkan rasa sakit pada tubuh. 2. Anestesi dibagi menjadi dua kelompok yaitu: a. Anestesi Umum b. Anestesi Lokal 3. Mekanisme kerja anestesi: a. Anestesi umum Kebanyakan anestesi umum tidak dimetabolisasi oleh tubuh karena tidak bereaksi secara kimiawi dengan zat-zat faal. Maka teori-teori yang dicoba untuk menerangkan khasiatnya selalu berdasarkan sifat-sifat fisiknya. b. Anestesi lokal Mekanisme kerja anestesi lokal adalah mencegah konduksi dan timbulnya impuls syaraf. Tempat kerjanya terutama di membran sel. 4. Hampir semua anestetika menyebabkan efek samping, tetapi anestesi juga memiliki beberapa kebaikan-kebaikan/keuntungan.
V. PENUTUP Demikian uraian makalah ini, apabila ada kesalahan baik itu dari penulis, penggunaan kata-kata yang kurang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia maupun dari penguraian masalah yang kurang jelas, penulis mohon maaf. Tentunya sebagai manusia biasa dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan, maka dari itu bimbingan atau kritikan akan membangun bagi penulis agar menjadi lebih baik di kesempatan mendatang. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin….
Daftar Pustaka
DRS. Tan Hoan Tjay & DRS. Kirana Rahardja. Obat-Obat Penting. Jakarta. CV. Permata: 1978. Mansjoer, Arif. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta. Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI: 2000. Sukandar, Enday, dkk. Bunga Rampai Ilmu Kedokteran. Bandung. Offset Alumni: 1982. http://moveamura.wordpress.com/farmakologi/ Jumat, 04 Desember 2009 Jam 09.24 http://www.isfinational.or.id/artikel/59/743-seputar-obat-bius-lain-jenis-lain-kegunaannya.html Jumat, 04 Desember 2009 Jam 09.30
Sebagian orang yang pernah mendengar "teori evolusi" atau "Darwinisme" mungkin beranggapan bahwa konsep-konsep tersebut hanya berkaitan dengan bidang studi biologi dan tidak berpengaruh sedikit pun terhadap kehidupan sehari-hari. Anggapan ini sangat keliru sebab teori ini ternyata lebih dari sekadar konsep biologi. Teori evolusi telah menjadi pondasi sebuah filsafat yang menyesatkan sebagian besar manusia.
Filsafat tersebut adalah "materialisme", yang mengandung sejumlah pemikiran penuh kepalsuan tentang mengapa dan bagaimana manusia muncul di muka bumi. Materialisme mengajarkan bahwa tidak ada sesuatu pun selain materi dan materi adalah esensi dari segala sesuatu, baik yang hidup maupun tak hidup. Berawal dari pemikiran ini, materialisme mengingkari keberadaan Sang Maha Pencipta, yaitu Allah. Dengan mereduksi segala sesuatu ke tingkat materi, teori ini mengubah manusia menjadi makhluk yang hanya berorientasi kepada materi dan berpaling dari nilai-nilai moral. Ini adalah awal dari bencana besar yang akan menimpa hidup manusia.[1]
Menurut teori evolusi Darwin bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka denngan cara terbaik akan menurunkan sifat-sifat mereka ke generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini, lama kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan moyangnya (asal-usul sifat yang menguntungkan belum diketahui pada waktu itu). Menurut Darwin manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini “Evolusi Melalui Seleksi Alam”. Ia mengira telah menemukan asal-usul spesies, suatu spesies berasal dari spesies lain. Dia mempublikasikan pandangan ini dalam bukunya yang berjudul “ The Origin OfSpecies, By Means Of Natural Selection” pada tahun 1859.[2]
Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Dia mengakui ini dalam bukunya pada bab “Difficulties Of The Teory. Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru. Tetapi bagaimanapun dia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk mengatasi kesulitan tersebut.
II.RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini, akan dibahas beberapa permasalahan, antara lain:
A.Bagaimanakah keruntuhan teori evolusi Darwin setelah ditemukannya fakta ilmiah?
B.Bagaimanakah keruntuhan teori evolusi Darwin dari sudut pandang Islam
III.PEMBAHASAN
A.Keruntuhan Teori Evolusi Darwin Setelah Ditemukannya Fakta Ilmiah
Salah satu bukti dari keruntuhan teori evolusi Darwin berupa fosil. Menurut teorievolusi, setiap spesies hidup berasal dari satu nenek moyang. Spesies yang ada sebelumnya lambat laun berubah menjadi spesies lain, dan semua spesies muncul dengan cara ini. Menurut teori tersebut, perubahan ini berlangsunng sedikit demi sedikit dalam jangka waktu jutaan tahun.
Dengan demikian, maka seharusnya pernah terdapat banyak spesies peralihan selama periode yang panjang ini. Sebagai contoh, terdapat beberapa jenis makhluk setengah ikan, setengah reptile pada masa lampau.
Jika binatang-binatang seperti ini memang pernah ada, maka seharusnya mereka muncul dalam jumlah dan variasi sampai jutaan atau miliaran. Lebih penting lagi, sisa-sisa makhluk-makhluk aneh ini, seharusnya ada pada catatan fosil. Jumlah bentuk-bentuk peralihan ini pun semestinya jauh lebih besar daripada spesies binatang masa kini dan sisa-sisa mereka seharusnya ditemukan diseluruh penjuru dunia. Namun kenyataan tidak seperti itu. Darwin sendiri pernah menjelaskan dalam bukunya “the origin of spesies”. “Jika teori saya benar, pasti pernah terdapat jenis-jenis bentuk peralihan yang tak terhitung jumlahnya, yang mengaitkan semua spesies dari kelompok yang sama…..sudah tentu bukti keberadaan mereka dimasa lampau hanya dapat ditemukan pada peninggalan-peninggalan fosil”.
Bahkan Darwin sadar akan ketiadaan bentuk-bentuk peralihan tersebut. Dia berharap bentuk-bentuk peralihan itu akan ditemukan di masa mendatang. Namun dibalik harapan besarnya, di sadar bahwa rintangan utama teorinya adalah ketiadaan bentuk-bentuk peralihan.
Kaum evolusionis yang dahulunya percaya pada pendapat Darwin melakukan perburuan fosil dan melakukan penggalian mencari mata rantai yang hilang di seluruh penjuru dunia sejak pertengahan abad ke-19. Walaupun mereka telah bekerja keras, tak satupun bentuk transisi (peralihan) ditemukan. Bertentangan kepercayaan evolusonis, semua fosil yang ditemukan justru membuktikan bahwa kehidupan muncul di bumi secara tiba-tiba dan dalam bentuk yang lengkap. Usaha mereka untuk membuktikan teori evolusi justru tanpa sengaja telah meruntuhkan teori itu sendiri.
Teori evolusi menyatakan bahwa spesies makhluk hidup terus menerus berevolusi menjadi spesies lain. Namun ketika kita membandingkan makhluk hidup dengan fosil-fosil mereka, kita melihat bahwa mereka tidak berubah setelah jutaan tahun. Fakta ini adalah bukti nyata yang meruntuhkan pernyataan evolusionis.[3]
B.Keruntuhan Teori Evolusi Darwin Dari Sudut Pandang Islam
Al-Qur’an memberikan jawaban yang amat jelas mengenai asal mula kehidupan. Dalam Al-Qur’andisebutkan bahwa asal mula kehidupan (manusia) adalah (bersifat) ain. Sebagaimana firman Allah Q.S. Al-Anbiya ayat 30:
Artinya: “ Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”
Ayat tersebut menyebutkan bahwa setiap sesuatu yang hidup dibuat dari air (sebagai komponen pentingnya) atau bahwa semua benda hidup berasal dari air. Kedua makna itu sepenuhnya sesuai dengan data saintifik. Air adalah komponen yang paling penting dari sel-sel hidup. Tanpa air hidup menjadi tidak mungkin.[4]
Dan sebagaimana firman Allah surat An-Nur ayat 45:
Artinya: “ Dan Allah Telah menciptakan semua jenis hewan dari air, Maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Jadi pernyataan dalam AL-Qur’an tentang asal-usul dalam kehidupan, apakah itu merujuk pada kehidupan. Secara umum, unsur yang melahirkan tumbuh-tumbuhan dalam tanah atau benih-benih hewan seluruhnya dan sepenuhnya sesuai dengan data–data scientifik modern.[5]
Bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kebenaran penciptaan bukan melalui evolusi adalah :
·Penciptaan Adalah Sebuah Keajaiban
Mengabaikan kenyataan bahwa Allah memiliki kekuasaan untuk menciptakan dan menghancurkan berperan penting dalam menyebabkan sebagian kaum Muslimin percaya kepada evolusi. Kaum evolusionis Muslim ini ada di bawah pengaruh paham naturalisme, yang menyatakan bahwa hukum-hukum alam tetap sifatnya dan tak berubah, dan bahwa tak sesuatu pun dapat berada di luar itu semua. Namun, ini kekeliruan besar. Yang kita maksudkan dengan "hukum alam" lahir dari tindakan Allah menciptakan dan mempertahankan benda dalam sebuah bentuk tertentu. Tidak mungkin semua itu dianggap sebagai sifat-sifat yang muncul dari dalam benda sendiri. Sebagaimana Allah tegaskan, Dia dapat mengubah hukum-hukum itu kapan saja, dan bertindak di luar cakupan semua itu.
Kita menyebut tindakan Allah yang demikian itu sebagai mukjizat (keajaiban). Bahwa sekawanan penghuni gua yang disebutkan di muka tetap hidup selama lebih dari 300 tahun merupakan sebuah keajaiban di luar hukum-hukum alam. Mereka, yang Allah matikan dan lalu hidupkan kembali, adalah juga keajaiban. Setiap peristiwa terjadi karena Allah menghendakinya terjadi. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam batas-batas hukum tertentu adalah peristiwa "biasa", sementara selebihnya adalah keajaiban.
Hal yang mesti dimengerti di sini adalah, Allah tidak dibatasi oleh hukum yang Dia ciptakan. Jika Dia kehendaki, Dia dapat membalikkan semua hukum alam. Mudah bagi Allah melakukan hal itu.
Karena sudah terperosok ke dalam pengaruh paham naturalisme yang membentuk landasan Darwinisme, para evolusionis Muslim mencoba menjelaskan asal-muasal manusia dan kehidupan lainnya berdasarkan hukum alam. Mereka percaya bahwa Allah membuat makhluk hidup terwujud dengan cara penciptaan yang dibatasi oleh hukum alam, dan karena itu membayangkan bahwa penciptaan disebabkan oleh mutasi, seleksi alam, pembentukan keragaman (variasi), dan satu makhluk hidup berubah menjadi makhluk hidup lain. Akan tetapi, salah besar bagi kaum Muslimin untuk menerima jalan pikiran "naturalis" seperti itu, sebab mukjizat-mukjizat (keajaiban) yang dilukiskan dalam Al Qur'an nyata-nyata mengungkapkan bahwa cara berpikir demikian adalah rapuh landasannya.
Apabila kita cermati ayat-ayat yang membahas penciptaan makhluk hidup dan manusia, kita melihat bahwa penciptaan ini terjadi secara ajaib dan di luar hukum-hukum alam. Inilah bagaimana Allah mengungkapkan penciptaan makhluk hidup:
Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya, dan sebagian berjalan dengan dua kaki, sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (QS. An Nuur, 24: 45)
Ayat ini merujuk ke kelompok-kelompok utama makhluk hidup di Bumi (reptil, burung, dan mamalia) dan mengatakan bahwa Allah menciptakan itu semua dari air. Ditinjau lebih seksama, kelompok-kelompok ini tidak diciptakan "dari satu kelompok menjadi kelompok lainnya", sebagaimana "diramalkan" oleh teori evolusi, namun "dari air". Dengan kata lain, semua itu dibentuk secara terpisah dari satu zat yang dibentuk Allah.
Ilmu pengetahuan mutakhir juga menegaskan bahwa satu zat tersebut adalah air, penyusun dasar setiap tubuh yang hidup. Tubuh mamalia adalah kira-kira 70 persen air. Air tubuh setiap makhluk hidup memungkinkan hubungan di antara sel-sel, maupun hubungan di dalam sel dan antar-jaringan. Sudah disepakati bahwa tiada yang bisa hidup tanpa air.
Namun, sebagian kaum Muslimin keliru menafsirkan ayat di atas, dan mencoba memberinya makna yang lebih sejalan dengan evolusi. Akan tetapi, jelas bahwa fakta penciptaan dari air sama sekali tidak berkaitan dengan evolusi, karena teori itu tidak menyatakan bahwa semua makhluk hidup muncul dari air dan berevolusi. Sebaliknya, teori itu bertahan bahwa makhluk hidup berevolusi dari satu jenis ke jenis lain, pertentangan yang nyata dengan fakta bahwa semua kelompok makhluk hidup diciptakan dari air (dengan kata lain, semua itu diciptakan sendiri-sendiri secara terpisah).
·Penciptaan Manusia dari Tanah Liat
Dalam Al Qur'an, Allah mengungkapkan bahwa manusia diciptakan secara ajaib. Untuk menciptakan manusia pertama, Allah membentuk tanah liat, lalu meniupkan ruh ke dalamnya:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maka, apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". (QS. Shaad, 38: 71-72)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. Al Mu'minuun, 23: 12)
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): "Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. (QS. Ash Shaffaat, 37: 11)
Terlihat di sini bahwa manusia tidak diciptakan dari kera atau makhluk hidup lainnya, sebagaimana kaum evolusionis Muslim inginkan kita percayai, namun dari tanah liat, suatu zat yang tak-hidup. Allah secara ajaib mengubah zat tak-hidup itu menjadi manusia dan meniupkan ruh ke dalamnya. Tidak ada "proses evolusi alamiah" yang bekerja di sini, melainkan penciptaan Allah yang ajaib dan langsung. Nyatanya, firmanNya sebagaimana berikut ini memperlihatkan bahwa manusia diciptakan langsung oleh kekuasaan Allah:
Allah berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" (QS. Shaad, 38: 75)
Singkatnya, Al Qur'an tidak berisikan kisah "evolusi" penciptaan manusia dan makhluk hidup. Sebaliknya, Al Qur'an mengatakan bahwa Allah menciptakan semua makhluk secara ajaib dari zat-zat tak hidup seperti air dan lumpur. Sekalipun demikian, sejarah Islam menunjukkan bahwa sebagian kaum Muslimin terpengaruhi filsafat Yunani kuno, maupun oleh anasir-anasir evolusi dan materialis di kalangan Muslim sendiri, dan lalu mencoba menyesuaikan filsafat itu dengan Al Qur'an.
·Ilmu Pengetahuan Tentang Ciptaan Allah
Hingga saat ini telah ditemukan kekeliruan besar yang dibuat para evolusionis Muslim, yang menerima pernyataan bahwa Allah menggunakan evolusi untuk menciptakan makhluk hidup. Tidak seperti para evolusionis lain, mereka tidak langsung mengatakan bahwa kehidupan muncul tanpa sengaja. Akan tetapi, dengan menyatakan bahwa Allah menggunakan evolusi dalam penciptaan olehNya, mereka suka rela maupun tidak mendukung Darwinisme dalam beberapa hal. Menurut sudut pandang mereka yang keliru, Allah pasti telah menggunakan mekanisme evolusi, seperti mutasi dan seleksi alam.
Akan tetapi, ilmu pengetahuan telah membuktikan bahwa baik seleksi alam maupun mutasi tidak dapat menciptakan makhluk hidup baru. Dengan kata lain, keduanya tidak berdaya evolusi. Mereka yang mendukung gagasan penciptaan lewat evolusi berpendapat bahwa Allah menggunakan mutasi untuk mengubah data genetis makhluk hidup, sehingga makhluk itu bisa memperoleh organ yang berguna, atau bahwa pertama kali Allah menciptakan makhluk-makhluk purba dan lalu menggunakan seleksi alam untuk mengubahnya menjadi makhluk yang lebih rumit dan menyempurnakannya. Dengan kata lain, Ia menggunakan seleksi alam untuk menambahkan organ baru, membiarkan organ yang ada melemah dan berhenti tumbuh, atau bahkan meniadakannya agar satu makhluk hidup dapat berubah menjadi makhluk hidup lain.
Adalah wajar bagi orang-orang yang tidak mengetahui perkembangan ilmiah mutakhir untuk beranggapan semacam itu, khususnya jika mereka ingin mendukung evolusi. Akan tetapi, pernyataan semacam itu bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah.
Satu hal yang harus ditegaskan bahwa Allah tentu saja bisa menggunakan evolusi untuk menciptakan makhluk hidup jika dikehendaki-Nya. Namun, Al Qur'an tidak berisi tanda-tanda evolusi dan tidak satu ayat pun mendukung pernyataan evolusionis bahwa makhluk hidup muncul tahap-demi-tahap. Ilmu pengetahuan juga mengungkapkan kebohongan pernyataan itu. Karena keadaannya sudah teramat jelas, tidak ada peluang bagi Muslim untuk membenarkan dukungannya pada pernyataan itu. Alasan yang memungkinkan terjadinya kekeliruan seperti itu hanyalah kekurangan informasi, rasa rendah diri saat menghadapi kaum evolusionis, dan kepercayaan bahwa karena jumlah pendukung evolusi lebih besar, mereka pastilah benar.
·Allah Menciptakan Alam Semesta dari Ketiadaan
Allah menciptakan segalanya, dalam bentuk dan pada waktu yang Dia tetapkan, tanpa menggunakan contoh apa pun, dan dari ketiadaan. Karena Dia suci dari cacat apa pun, dan kaya tanpa membutuhkan apa pun, Dia tidak membutuhkan penyebab, sarana, atau tahap bagi penciptaan oleh-Nya. Tak seorang pun yang boleh teperdaya oleh kenyataan bahwa segala sesuatu itu terkait dengan sebab dan hukum alam tertentu. Namun, Allah adalah di atas semua sebab dan hukum, karena Dia yang menciptakan itu semua.
Allah, Tuhan Bumi dan langit, bisa saja melenyapkan semua sebab ini jika Dia kehendaki. Misalnya, Dia dapat menciptakan manusia yang tidak memerlukan oksigen untuk hidup, dan akibatnya, tidak memerlukan paru-paru. Menimbang hal ini, mengapa "perlu" Dia menyempurnakan paru-paru, dengan cara membuatnya berevolusi seiring dengan waktu, atau pun melalui mekanisme lainnya, Karena itu, sepenuhnya keliru apabila seseorang menganggap bahwa keagungan dan kekuatan Allah dibatasi oleh nalar dan perasaannya sendiri. Kita dapat memiliki pengetahuan hanya sebatas yang Dia izinkan.
Allah dapat menggunakan tahap-tahap tertentu dalam penciptaan oleh-Nya jika Dia kehendaki. Misalnya, Dia mengeluarkan tumbuhan dari sebutir benih, atau seorang manusia dari pertemuan sel mani dengan sel telur. Namun tahap-tahap ini, sebagaimana akan kita lihat nanti, sama sekali tidak berkaitan dengan evolusi, dan tidak memberikan tempat bagi ketidaksengajaan dan kebetulan. Setiap tahap dalam merekahnya tumbuhan, atau berubahnya satu sel menjadi seorang manusia "dalam bentuk yang sebaik-sebaiknya", terjadi berkat sistem sempurna yang diciptakan oleh kekuasaan-Nya yang tak terhingga.
Allah menghendaki dan menciptakan Bumi dan langit, semua yang berada di antara keduanya, dan semua makhluk hidup dan tak-hidup. Ini sangat mudah bagi-Nya, sebagaimana ditunjukkan dalam Al Qur'an:
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nya-lah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al An'aam, 6: 73)
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (QS. An Nahl, 16: 40)
Dialah yang menghidupkan dan mematikan, maka apabila Dia menetapkan sesuatu urusan, Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (QS. Al Mu'min, 40: 68)
Penciptaan itu mudah bagi Allah. Sebagaimana diungkapkan ayat-ayat di atas, Dia hanya perlu berfirman "Jadilah!", dan dengan begitu menghendaki sesuatu terjadi demikian. Banyak ayat mengungkapkan bahwa Dia menciptakan alam semesta dan makhluk hidup dalam bentuk yang sempurna. Kekeliruan besar bagi Muslim, jika menuruti penjelasan yang dipaksakan di hadapan kebenaran yang sudah terang ini, dan membuat pernyataan yang seolah benar bahwa Allah memanfaatkan evolusi untuk menciptakan serta menggunakan mutasi, seleksi alam, dan tahap-tahap peralihan dari kera ke manusia. Sangat keliru memberikan uraian seperti itu, demi harapan diterima di kalangan evolusionis, sebab tiada bukti baik dalam Al Qur'an maupun ilmu pengetahuan.
Allah membuat semua hukum di alam semesta, dan memberi hukum-hukum itu bentuk yang Dia pilihkan, mewujudkan apa yang Dia kehendaki dan ketika Dia kehendaki, meliputi segala apa yang ada di Bumi dan di langit, dan mengatur segalanya dengan kekuasaan-Nya. Namun, sebagian orang tidak betul-betul memahami kekuatan-Nya, sehingga menilai-Nya berdasarkan kekuatan sendiri yang terbatas. Allah mengungkapkan keberadaan mereka dalam Al Qur'an:
Mereka tidak mengenl Allah dengan sebenar-benarnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (QS. Al Hajj, 22: 74)
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia." … (QS. Al An'aam, 6: 91)
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Tuhan dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. (QS. Az Zumar, 39: 67)
Berlawanan dengan apa yang diajukan oleh mereka yang percaya pada penciptaan lewat evolusi, Allah tidak menciptakan kera dahulu, lalu menyebabkan kera berevolusi menjadi manusia melalui bentuk-bentuk peralihan yang cacat dengan alat tubuh yang kurang. Melainkan, sebagaimana diungkapkan Al Qur'an, Allah menciptakan manusia
dalam cara yang paling sempurna:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (QS. At Tiin, 95: 4)
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar. Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali (mu). (QS. At Taghaabun, 64: 3)
Ayat-ayat di atas merupakan sebagian bukti bahwa Allah menciptakan manusia dalam bentuk sempurna, dengan kata lain, bentuk manusia sekarang. Tentu saja, manusia juga memiliki sejumlah cacat dan kelemahan, semua itu mengingatkannya akan kekurangannya di hadapan Tuhannya. Kelainan bentuk dan cacat tubuh adalah bukti penciptaan yang bertujuan, sebab semua itu berguna sebagai pengingat bagi mereka yang melihatnya, dan sebagai ujian bagi yang menyandangnya.
Sebagai bentuk dan jenis, Allah menciptakan
semua makhluk hidup dengan seketika dan sempurna, tanpa memerlukan evolusi sama sekali. Kebenaran nyata ini diungkapkan Al Qur'an:
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang diganti sesudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui. (QS.Yaa Siin, 36: 81)
Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu, melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. Luqman, 31: 28)
Hal penting lain yang terabaikan oleh mereka yang percaya pada penciptaan evolusi, adalah keragaman bentuk ciptaan Allah. Allah telah mengadakan makhluk hidup yang jauh berbeda dari manusia dan hewan, misalnya malaikat dan jin. Masalah ini akan dibahas di halaman-halaman berikut.[6]
IV.ANALISIS
Menurut pandangan kami, kita sebagai orang yang beriman dan berakal tidak sepatutnya membiarkan atau mengambil jalan tengah dalam menghadapi pandangan atau teori Darwin yang telah mengingkari Allah dan ciptaan-Nya. Sebab hal itu berarti kita tawarmenawar dalam unsur agama, tentu perbuatan seperti itu tidak dapat diterima, sebab dapat melemahkan keimanan dan menjerumuskan manusia dalam kemusyrikan ”Na’udzubillahi min dzalik”.
Memang orang atheis atau orang awam boleh berfikir sesukanya dan boleh percaya apapun yang dipercayainya, tetapi kita sebagai orang muslim tidak boleh seperti itu. Karena pada hakikatnya tujuan mereka adalah untuk menghancurkan penganut teori penciptaan agar beralih menganut paham evolusi mereka. Mereka juga melakukan dogma pada masyarakat luas bahwa paham evolusionis dapat dilunakkan atau diambil jalan tengah digabung dengan paham kepercayaan, yaitu “ Bahwa Allah Menciptakan Makhluk Hidup Lewat Evolusi”. Pendapat mereka tersebut sebenarnya hanyalah taktik kaum awam (atheis) yang ingin melemahkan iman para penganut paham kepercayaan. Mereka memberikan dogma kepada masyarakat paham kepercayaan dengan cara halus sehingga akan timbul dalam pikiran mereka bahwa teori evolusi itu benar. Kita harus hati-hati dengan hal ini sebab Allah telah memberikan himbauan. Sebagaimana dalam firman-Nya Q.S.Al-An’am ayat 116:
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)”
Oleh karena itu, apabila ada saudara seiman kita yang masih mempercayai teori evolusi tersebut maka kita sebagai kaum modernis, intelektualis, religis serta berkeadaban sudah sepatutnya kita mengingatkan, menyeru dan mengembalikan maindset mereka ke jalan Allah. Sebagaiman firman Allah Q.S.AT-Taubah: 71
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
“Semoga kita tergolong sebagai orang yang selalu berpikir dan mendapatkan hidayah-Nya.”
V.KESIMPULAN
Evolusi merupakan suatu kebohongan atau dongeng belaka, karena tidak mempunyai bukti satupun untuk dibenarkan. Evolusionis tidak mampu membuktikan adanya makhluk transisi (peralihan). Evolusionis juga tidak mampu membuktikan bahwa satu protein atau bahkan satu molekul asam amino, penyusun protein dapat terbentuk dalam kondisi yang disebut kondisi bumi purba. Sebaiknya melalui seluruh upaya pembuktian teori evolusi Darwines ternyata malah mengungkap kebohongan atau manipulasi tersebut sendiri.
Memang pada kenyataannya makhluk sekarang tidak berasal dari evolusi makhluk primitif yang ada sebelumnya, karena secara jiwa pun pada intinya berbeda. Kenyataanya telah jelas terbukti bahwa seluruh kehidupan merupakan karya agung Sang Pencipta, Pemilik Kekuatan, Pengetahuan dan Kecerdasan yang tak terhingga. Pencipta tersebut adalah Allah SWT, Tuhan langit dan bumi dan segala sesuatu diantaranya. Jika Dia menghendaki “jadilah” maka jadi, sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi sebagai manusia yang beriman dan berilmu.
Firman Allah Surat Al-Baqoroh ayat 32:
Artinya: “Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana"
VI.PENUTUP
Demikian uraian makalah ini, apabila ada kesalahan dalam penulisan dan penggunaan kata-kata serta penguraian masalah yang kurang jelas, pemakalah mohon maaf. Sebagai manusia, tentunya dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan, muntui itu mohon bimbingan dan kritikan yang membangun bagi pemakalah agar di kesempatan mendatang dapat lebih baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin…
DAFTAR PUSTAKA
Bucaille Maurice, Asal-Usul Manusia Menurut Bibel Al-Quran Sains, Bandung: Mizan, 1998.
Cliff, Conner, "Evolution vs. Creationism: In Defense of Scientific Thinking", International Socialist Review (monatliche Zeitschriftenbeilage zu The Militant), November 1980
[1]Cliff, Conner, "Evolution vs. Creationism: In Defense of Scientific Thinking", International Socialist Review (monatliche Zeitschriftenbeilage zu The Militant), November 1980
Hampir semua orang pernah merasakan moodyang jelek. Entah karena sedang sebel dengan sesuatu atau karena beberapa kegagalan, kesepian, rindu, atau apa saja. Kesedihan tersebut terkadang membuat kita kehilangan minat terhadap segala hal atau bahasa kerennya bad mood, karenanya mood yang jelek harus segera diatasi secepat mungkin sebelum benar-benar sampai mempengaruhi kita.
Ada banyak cara mudah yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mood Anda. Berikut adalah cara untuk meningkatkan mood Anda.
Olahraga Olahraga akan membantu Anda untuk memperbaiki suasana hati yang sedang jelek. Dengan melakukan aktivitas fisik semacam olahraga tubuh akan terasa lebih ringan dan rilex. Berlari lebih kencang atau berolahraga lainnya dengan memberikan sedikit porsi latihanyang sedikit lebih berat akan membuat Anda merasakan pencapaian yang lebih. Hal tersebut akan membuat Anda merasakan mood yang lebih baik.
Hobi Masing-masing dari kita memiliki daftar hobi sendiri. Beberapa diantaranya seperti bermain alat musik, bermain game online, surfing internet, membaca buku dan lain sebagainya. Dengan hobi,Anda melakukan beberapa kegiatan yang akan mengalihkan pikiran Anda dari kesedihan ke tempat di mana Anda merasa lebih bahagia. Nyanyikan lagu yang Anda suka, atau menonton film favorit Anda. Apa pun yang membuat bahagia akan berguna untuk memperbaiki mood Anda.
Makan Makan akan selalu memberikan nuansa yang baik bagi kita semua. Hanya dengan makan makanan favorit Anda seperti pizza atau burger, sate ayam atau gulai kambing akan membuat Anda perasaan Anda jauh lebih baik! Hanya saja perlu diingat bahwa walaupun makanan dapat meningkatkan mood Anda tetapi bila tidak terkontrol makan akan menimbulkan beberapa masalah. Makanan favorit biasanya mengandung banyak lemak, sehingga jika tidak hati-hati akan membuat tubuhAnda menjadi kelebihan berat badan.
Jalan-Jalan Jika mood jelek yang Anda alami sekarang diakibatkan karena rasa bosan mungkin jalan-jalan bisa menjadi solusi terbaik. Jalan-jalan di mall atau melihat pemandangan alam yang menyejukkan bisa membuat perasaan kita jauh lebih bersemangat. Suasana baru biasanya membuat penyegaran pikiran Anda.
Buku Humor Hal ini mungkin terdengar sedikit konyol, tapi buku-buku lelucon terbukti cukup efektif menghilangkan mood jelek Anda. Beberapa buku humor terbaru memiliki lelucon yang cukup lengkap mulai dari jenis lelucon yang sifatnya kasar sampai ke anekdot yang intelektual. Jadi jika suasana hati sedang buruk tidak ada salahnya Anda membaca buku humor.
Ayo Mandi! Untuk saya mandi merupakan solusi paling jitu saat sedang malas. Mandi dengan air hangat di shower akan sangat menyegarkan pikiranAnda. Atau jika malas dengan air hangat, berenang di pemandian umum bisa menjadi hal yang sangat menyenangkan.
Berbelanja Biasanya para cewek mereasa bersemangat bila sudah menyangkut masalah belanja. Terlepas dari berapa besar budget yang akan dikeluarkan, belanja tetap menjadi sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan.
Memperbaiki mood yang jelek sebenarnya lebih mudah daripada yang Anda duga. Langkah pertama untuk memperbaiki mood Anda adalah membuka rantai psikologis pikiran Anda. Bebaskan otak dan pikiran dari kesedihan. Pikiran yang jernih dan menjalankan aktivitas yang menyenangkan merupakan hal paling efektif menyingkirkan mood jelek Anda.
Golongan darah A Biasanya orang yang bergolongan darah A ini berkepala dingin, serius, sabar dan kalem atau cool, bahasa kerennya. Orang yang bergolongan darah A ini mempunyai karakter yang tegas, bisa di andalkan dan dipercaya namun keras kepala. Sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu.Dan merencanakan segala sesuatunya secara matang. Mereka mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan secara konsisten. Mereka berusaha membuat diri mereka sewajar dan ideal mungkin. Mereka bisa kelihatan menyendiri dan jauh dari orang-orang. mereka mencoba menekan perasaan mereka dan karena sering melakukannya mereka terlihat tegar. Meskipun sebenarnya mereka mempunya sisi yang lembek seperti gugup dan lain sebagainya. Mereka cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat. Makanya mereka cenderung berada di sekitar orang-orang yang ber’temperamen’ sama.
Golongan darah B Orang yang bergolongan darah B ini cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya. Mereka juga cenderung mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobby. Kalau sedang suka dengan sesuatu biasanya mereka menggebu-gebu namun cepat juga bosan. Tapi biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang di kerjakannya.Mereka cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya dianggap rata-rata. Dan biasanya mereka cenderung melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain. Dengan kata lain, mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan. Mereka dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias. Namun sebenarnya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada didalam diri mereka. Mereka bisa dikatakan sebagai orang yang tidak ingin bergaul dengan banyak orang.
Golongan darah O Orang yang bergolongan darah O, mereka ini biasanya berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup. Dan berperan dalam menciptakan suatu keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksakan sesuatu dengan tenang.Mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali. Tapi kalau tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk curhat (tempat mengadu).Mereka biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan. Mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain.Tapi mereka sebenarnya keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal. Dilain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru. Mereka cenderung mudah di pengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat dari TV.Mereka terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapi mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati. Tapi hal itu yang menyebabkan orang yang bergolongan darah O ini di cintai. Golongan darah AB Orang yang bergolongan darah AB ini mempunyai perasaan yang sensitif, lembut. Mereka penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian. Disamping itu mereka keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya. Mereka jadi cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian.Mereka sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam.Mereka mempunyai banyak teman, tapi mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka…
Di Jepang ramalan tentang kepribadian seseorang bisa dilihat dari golongan darahnya, jadi dengan mengetahui hal ini, mungkin kita bisa menebak golongan darah seseorang dari kepribadian yang mereka tunjukkan
Golongan darah O
Orang ini cenderung berjiwa besar, supel, tidak suka mengalah, dan jika berhubungan dengan hal-hal yang detil mereka sangat alergi, dari segi kesehatan orang dengan golongan darah O ini, paling hobi makan, nafsu makannya gede orang ini makan apa aja enak gak enak tetep dimakan, darahnya manis jadi disukai ama nyamuk, he..he... Orang dengan golongan darah O ini juga rata-rata jago olahraga, dan berjiwa pemimpin.Tapiii... paling susah tepat waktu
Golongan darah A
Orangnya terorganisir, dalam hal kerjasama bisa diandalkan, karena memiliki jiwa kerjasama yang tinggi, tapi orangnya perfeksionis, jadi kadang bikin orang sebel juga. Jadi kalo ada yang susah mentolerir kesalahan kamu saat kerja bareng tim berarti orangnya bergolongan darah A. Kalo mau nyari orang yang taat peraturan inilah orangnya, selain itu orang ini juga selalu On time, jadi enak kalo janjian dengan orang A. Hidup orang ini teratur kalo makan harus 4 sehat 5 sempurna, tapi orang ini agak rentan terhadap penyakit menular. Dalam hal kecerdasan orang ini baik dalam hal matematis, karena orangnya teliti.
Golongan darah B
Orangnya nyantai, easy going, bebas, dan paling menikmati hidup. Orangnya nyantai, olahraga yang cocok dengan orang ini adalah, judo, renang, dan gulat. Kalau ada orang yangs sensitif dan mudah mengambil keputusan inilah orangnya. Orang ini makannya lama dan pengennya yang enak-enak aja, selain itu makan n tidur gak teratur. Bicara soal tidur orang ini jagonya walau ada tsunami dia tetep mendengkur he..he..he..
Golongan darah AB
Orang ini unik, nyleneh, banyak akal, berkepribadian ganda. Orang ini alergi terhadap olahraga, tetapi dianya kreatif deh. Orang ini cocok jadi direktur dan pemimpin karena kalau soal ngambil resiko dia berani apalagi dia memiliki kreatifitas. Soal hidup orang ini gak kayak A orangnya amburadul. Selain itu dia memiliki hobi mencicipi berbagai makanan. Makannya tergantung mood dan mudah terkena anoressia
Ilmu bologi adalah ilmu yang mempelajari segala hal yang berhubungan dengan makhluk hidup dan kehidupan. Yang dibahas dalam ilmu biologi tidak lain adalah yang masih berkaitan dengan makhluk hidup, seperti zat yang membentuk makhluk hidup, zat yang dibutuhkan makhluk hidup, serta berbagai hal mengenai hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ilmu biologi dirintis oleh Aristoteles yang merupakan ilmuwan berkebangsaan Yunani yang kita sebut juga sebagai bapak perintis biologi.
Ilmu Biologi sangat berpengaruh dan berguna bagi kehidupan manusia. Biologi banyak digunakan untuk berbagai bidang kehidupan seperti pertanian, peternakan, perikanan, kedokteran, dan lain sebagainya.
Cabang Ilmu Biologi
Berikut ini adalah cabang-cabang dari ilmu biologi :
1. Anatomi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk susunan tubuh makhluk hidup.
2. Bakteriologi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk bakteri dan kehidupannya.
3. Botani - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk tumbuhan dan kehidupannya.
4. Ekologi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk makhluk hidup dengan lingkungan alam tempat tinggalnya (habitat).
5. Embriologi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk pengkembangan suatu organisme semenjak berbentuk telur hingga menjadi embrio.
6. Entomologi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk serangga beserta kehidupannya.
7. Evolusi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk perkembangan makhluk hidup mulai dari bentuk yang sederhana hingga yang kompleks.
8. Fisiologi - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk beluk proses serta kegiatan yang dilakukan oleh makhluk hidup.
9. Genetika - adalah ilmu biologi yang mempelajari seluk